Lubang Hitam dan Putih

Dalam minggu terakhir bulan Ramadhan ini terdapat beberapa berita yang terjadi pada skala nasional seperti peristiwa banjir di Sumut, munculnya istilah Cicak VS Buaya dalam kaitannya dengan perseteruan antara dua lembaga, KPK dan Polri. Penyelesaian UU Kesehatan, Keributan pembahasan UU rahasia Negara dan tertembaknya gembong teroris Indonesia, Nurdin M. Top. Namun Tulisan ini tak hendak mengomentari berita tersebut. Di sini penulis hendak menuliskan dongeng Lubang Hitam dan Lubang Putih serta pengenalan kancah ilmu baru dalam bidang kelistrikan memasuki arena domain ilmu kosmologi yaitu Electric Universe (Jagad Listrik).

Electric Universe
divider

Waktu kuliah S1 di jurusan Elektro ITB, terus terang penulis belum mengenal apa yang disebut Lubang Hitam. Pengetahuan ini mulai dikenal ketika kuliah S2 di Universitas Osaka (Handai), Jepang tahun 1991. Itupun bukan dalam rangka khusus mempelajarinya, tapi karena ada sedikit keterkaitannya dengan mata kuliah Electric Universe (Jagad Listrik) yang diajarkan oleh seorang dosen tamu dari MIT (Massachusetts Institute of Technology) . Electric Universe ini mempelajari fenomena kelistrikan pada awan di bumi dan pada kabut plasma di jagat raya (plasma cosmology) yang dikenal sebagai salah satu disiplin ilmu praktis pada the Institute for Electrical and Electronic Engineers (IEEE). Plasma Cosmology ini dipahami dengan eksperimen di lab dan pembuktiannya berdasarkan prinsip-prinsip ilmu fisika sederhana (pada kurikulum S1) terkait dengan pembentukan listik dan prilaku galaksi spiral dan bintang-bintang. Oleh karenanya Electric Universe dimasukkan pada disiplin ilmu praktis ketimbang teoritis, tidak seperti teori Big Bang yang masih membutuhkan hipotesis materi gelap dan Lubang hitam. Hampir seluruh jagat raya terdiri dari plasma, yaitu ion atau gas dimana atom-atomnya kehilangan satu atau beberapa elektronnya. Plasma ini sangat bereaksi terhadap adanya medan elektromagnetik dan plasma lebih dapat menghantarkan arus listrik ketimbang konduktor. Di jagad raya ini terus menerus terjadi aliran listrik sedemikian sehingga jagad raya sebenarnya secara prinsip merupakan suatu fenomena plasma kelistrikan (electrical plasma). Begitulah pelajaran Electric Universe yang kini dibukukan secara populer oleh Wallace Thornhill dan David Talbott yang belum begitu dikenal.
Ilmu kelistrikan kini sangat jauh terpinggirkan pada konstelasi ilmu science karena dianggap sudah merupakan ilmu teknis atau teknologi aplikatif sebagaimana ilmu mekanika (sipil, mesin dsb.) dalam cabang ilmu fisika. Dengan memunculkan paradigma baru tentang Electric Universe, diharapkan ilmu ini berkembang untuk berkontribusi dalam kancah kosmologi atau ilmu tentang jagat raya. Plasma alam semesta yang mirip superkonduktor ini teraliri arus listrik sangat besar akibat beda tegangan yang sangat kecil. Aliran listrik pada superkonduktor ini akan menimbulkan medan magnet yang luar biasa besar sehingga dapat menjelaskan bagaimana fenomena ini dapat merekatkan bintang-bintang diangkasa dalam suatu konstelasi galaksi. Diharapkan ini dapat menjelaskan pula adanya orbit-orbit galaksi selain rekaan akibat adanya lubang hitam yang masif yang sampai kini belum terdapat padanannya di Bumi dimana kita hidup.

Lubang Hitam Inti Galaksi
divider

Kembali ke Lubang hitam, berdasarkan perkiraan penulis, Lubang Hitam itu diduga keberadaannya ketika kita mengamati kekonsistenan analogi dari struktur atom sampai struktur matahari atau bintang. Baik pada atom, planet maupun matahari, strukturnya ada inti yang dikelilingi benda lain. Contoh untuk atom, di sana ada inti atom yang dikelilingi elektron, bumi dikelilingi bulan dan matahari dikelilingi oleh planet-planet. Nah, ketika mengamati galaksi yang merupakan kumpulan dari matahari seperti galaksi bima sakti, kita tidak menemukan semacam inti yang dikelilingi matahari dan bintang. Bila galaksi tidak berinti maka pertanyaannya apa yang dapat merekatkan matahari dan atau bintang ini menjadi terkumpul dan beredar seperti mengorbit pada masing-masing orbitnya ?. Apakah perekat ini berbentuk materi atau hanya gaya-gaya gravitasi antar masa bintang saja yang dapat mengelompokkannya dengan tanpa bertabrakan dan orbitnya tetap terjaga ?. Ataukah bintang-bintang ini bertebaran begitu saja bagaikan debu berterbangan di jagad raya tanpa kelompok, tanpa garis edar atau orbit ?. Pada peristiwa ini, rumusan matematika yang dibangun berdasarkan pengamatan atom, bumi-bulan dan matahari – planet tidak dapat diterapkan. Gaya-gaya yang bekerja berdasarkan teori Newton dan teori fisika klasik lain tidak menjawab. Lagi, berdasarakan dugaan (with no evidence) dari penulis, para ilmuwan menduga sesuatu yang mirip inti atom itu sebenarnya ada tapi tidak kelihatan. Dari sinilah rupanya munculnya penamaan benda hitam atau lubang hitam yang diperkirakan bekerja seperti inti galaksi sebagai perekat dan pembangun orbit pada galaksi. Benda Hitam ini harus memenuhi kriteria bobot atau massa yang sedemikian mampat, berat dengan medan gravitasi yang teramat kuat sehingga dapat mengendalikan peredaran bintang-bintang galaksi, bahkan cahayapun melengkung dan terserap ke dalamnya (sehingga mesti dikaji kembali teori Einstein tentang relativitas yang mendasarkan pada postulat bahwa dalam ruang hampa, cahaya mesti berkecepatan tetap dan berjalan lurus!!).

Dongeng Teori Fisika Modern
divider

Lubang hitam ini kemudian dipopulerkan oleh Fisikawan Stephen Hawking karena penemuannya tentang radiasi S. Hawking sebagai bukti yang dipercayai mengelilingi Lubang Hitam. Hawking mendongeng bahwa sebagian cahaya yang tidak terserap benda hitam itu, yang berada pada “daerah peristiwa” . Banyak pula ilmuwan tidak percaya terhadap sebagian buku dongeng “A Brief hystory of time” th. 1988 karangan Hawking yang berceritera Teori Big Bang, black holes, light cones, superstring dan teori sejarah. Ilmuwan juga tidak begitu percaya pada sebagian paparan dongeng baru “A Briefer History of Time” (th. 2005) dari S. Hawking tadi dengan tambahan ceritera tentang Mekanika kuantum, yang diawali dengan prinsip ketidakpastian Heisenberg . Penjodohan teori relativitas umum Einstein dan Quantum Mechanic pada penjabaran kosmologi dan pemersatuan teori antara gaya kuat, lemah, listrik, magnetik, elektromagnetik dan gravitasi masih menjadi renungan para fisikawan (tidak termasuk penulis).

Dimensi Jagad Raya
divider

Rekaan lubang hitam ini terus berkembang ngalor-ngidul bahkan dikaitkan pula dengan teori dunia paralel (paralell universe). Teori relativitas umum terkait gravitasi dan konstanta kosmologi dari Einstein terkait teori Big Bang, teori mekanika kuantum, teori superstring, branes dan lainnya belum juga memuaskan para ilmuwan untuk penggambaran jagad raya dan paralelannya. Penurunan rumusan matematika dengan 10 dimensi (antara lain 9 dimensi ruang, 1 dimensi waktu) untuk penggambaran prilaku jagad raya menurut penulis is so far beyond the interest of my reader, even you Hehe.. Rumusan matematis perekaan jagad raya ini pada tataran dongengannya, walaupun cukup menarik, tapi terlampau filosofis dan jauh memasuki ruang disiplin ilmu filsafat. Artinya ?, rumus ya rumus dan dongeng ya dongeng.

Filosofi Lubang Hitam
divider

Lagi, pada perkembangan rekaan lubang hitam yang kontroversial itu, beberapa ilmuwan “berebut” menjelaskan prilaku filosofis yang belum dipercaya kebenarannya yaitu bahwa :
1. Black holes absorb matter, time, space and energy and transport them to the white hole. [Lubang Hitam atau Benda Hitam (BH) menyerap materi, waktu, ruang dan energi serta mengantar mereka ke Lubang Putih atau Benda Putih (BP)].
2. From black holes only gravitational waves can escape. The other waves are absorbed. [Dari BH ini hanya gelombang gravitasi yang dapat lepas] –bertentangan dengan Hawking –
3. Black holes are through white holes. [BH berhubungan dengan BP]
4.While gravitational waves escape from matter, especially from black holes, they show gravitating features. [Ketika gelombang gravitasi lepas dari materi, terutama dari BH, gelombang ini menunjukkan sifat gravitasi]
5.Black holes don’t radiate, but absorb light. They eat space, end up the time-space. [BH tidak ber radiasi tapi menyerap cahaya, BH memakan ruang dan akhir dari ruang waktu]
6.Black holes are the end of the matter. They are the result. Result means tomorrow and after. It is the order of death, doomsday. Black holes are the absorbing pole of the universe. Result pole absorbs. [BH adalah akhir dari materi. BH adalah Hasil yang berarti besok dan kemudian. BH adalah hari kiamat, hari pembalasan. BH adalah kutub penyerapan jagad raya. Kutub hasil serapan ]
7.Black holes are our end, tomorrow and the result of our existence. Black holes are the consumption of our energy. [BH adalah akhir dari kita, besok dan hasil dari keberadaan kita. BH adalah konsumsi energi kita ]
8.Black holes are the region of nullity and absolute coldness. [BH adalah daerah ketiadaan dan daerah dingin absolut]

Dunia Paralel
divider

Lalu, apapula yang disebut White Hole. Secara sederhana, bahwa Lubang hitam (BH) adalah menyerap segala sesuatu yang didekatnya, terutama di “dalam daerah peristiwa”, bahkan materi proton, foton yang berada dipermukaannya masih terus terserap untuk masuk ke inti yang lebih dalam lagi. Inti BH yang sangat masif ini tentu saja ditanya oleh sebagian ilmuwan, lalu kemana lagikah energi itu setelah materi berada dalam inti yang super masif itu ditarik ?, dijawab oleh pecinta lubang hitam, bahwa materi, energi dan ruang-waktu yang diserap BH tadi masuk ke Lubang putih !! kecuali gelombang gravitasi saja yang tetap ada pada lubang hitam !! lalu, nantinya lubang putih inilah yang dalam dongengannya S. Hawking itu tadi menjadi cikal bakal berdirinya dunia paralel yang dipercayainya sudah ada sejak dunia nyata ini tercipta !! Bang!! Dunia paralel ini berupa cermin dari dunia yang kita kenal, di sana konstanta fisika merupakan kebalikan dari konstanta fisika pada dunia kita. Jika anda masih terus membaca tulisan ini, luar biasa, insya Allah pengetahuan anda menjadi lebih luas.

Filosofi Lubang Putih
divider

Lubang putih atau benda putih (BP) ini oleh ilmuwan yang tidak saya kenal, dijelaskan karakteristik (filosofis) nya sbb. :
1.White holes transmit what the black holes absorb. Matter, energy, and time-space reexist. [BP menyalurkan apa yang diserap BH. Materi, energi, dan ruang waktu kembali muncul]
2.Gravitational waves are absorbed by white holes. Only antigravitational waves can escape from them. [Gelombang Gravitasi diserap oleh BP. Hanya gaya bukan gravitasi yang dapat lepas darinya]
3.White holes are through the black holes. [BP berhubungan dengan BH]
4.While gravitational waves escape from matter smaller than ‘0’ and white holes, they show levitic properties. [Ketika gelombang gravitasi lepas dari materi yang lebih kecil dari ‘0’ dan BP, gelombang gravitasi ini menunjukkan prilaku mengungkit atau menolak]
5.White holes radiate, sets the light free, manufacture space and time. [BP berradiasi, membebaskan cahaya dan membentuk ruang-waktu]
6. White holes are the start of the matter. They are the reason. Reason means yesterday and before. It is the order of ‘BE’, the creation. White holes are the emitting pole. Reason pole emits. [BP adalah awal dari materi, BP adalah Alasan. Alasan berarti kemarin dan dahulu. BP adalah purba, penciptaan. BP mengeluarkan kutub. Kutub alasan pengeluaran]
7.White holes are our yesterday, past and the reason of our existence. White holes are the source of our energy. [BH adalah sejarah kita, lampau dan alasan keberadaan kita. BP adalah sumber energi kita ]
8.White holes are the region of absolute hotness and nullity region. [BP adalah daerah panas absolut dan daerah ketiadaan]

Bila anda membaca sampai disini, masih ada beberapa pertanyaan yang mungkin timbul dalam benak anda, antara lain daerah peristiwa pada BH serta kontradiksi bahwa BH tidak berradiasi dan Radiasi Hawking di sekitar Benda Hitam. Hhh…

2 Komentar

  1. Tmmmm said,

    30/08/2010 at 17:09

    Lubang hitam berhubungan dgn lubang putih, lubang putih adalah kemarin, kalau gitu sejarah terulang kembali?

  2. Saya said,

    19/11/2010 at 16:54

    hitam putih..
    warna kesukaanq..

    Dessy, Masa sih ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: