APAKAH TUHSAH ITU ?

Tujuan Utama Hidup Setelah Ahir Hayat – TUHSAH –

Menggali tujuan hidup dapat bermula dari apa yang diinginkan setelah akhir hayat !. Warisan Berupa Tulisan – Password – merupakan contoh pemikiran “visioner” sederhana yang dilandasi dari arahan “mengingat setelah kematian”. Poin utamanya adalah apa yang dilakukan dalam setiap ayunan langkah dan tindakan kita adalah searah dengan tujuan hidup kita setelah kematian. Ketika itu tidak ada lagi risiko yang kita hadapi lagi. Saya sebut saja Destiny beyond The Risk atau Tujuan Umum Hidup Setelah Ahir Hayat (TUHSAH).
Beberapa tujuan hidup yang saya kenal antara lain : Harta, Tahta dan Wanita (HTW) yang mungkin berasal dari bahasa Jawa. Tujuan ini dipikir dan diperkenalkan para bijak barangkali sebelum mengenal Islam, karena bila saya simak Al Quran : Allah dan Surga merupakan tujuan hidup muslim. Sementara yang dilakukan adalah Ibadah sesuai dengan kehendakNya.

وَما خَلَقتُ الجِنَّ وَالإِنسَ إِلّا لِيَعبُدونِ :
(wamaa kholaktul jinna wal insa illa liya’buduun)
– Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya menyembahKu –
Saya sebut Surga itu maya bukan berarti tidak ada, tapi tidak terlihat, tidak terasakan ketika kita hidup, dan sekedar membedakan dengan yang terlihat dan yang terasakan yaitu fana. Oleh Karena tujuan tersebut maya di dalam dunia fana ini, kita terus bertanya, ibadah seperti apakah yang dapat mengiringi Tujuan hidup yang lebih terlihat kongkrit, nyata. Dengan kata lain, tujuan hidup lain selain Surga yang maya dan HTW yang nyata tadi apakah tidak ada lagi ? Ada, tentunya. Bila kita simak lebih lanjut Tujuan Hidup setelah kita berpulang, alternatifnya adalah :
  1. Dikenang sebagai pemimpin yang baik, pembuat sejarah semisal para nabi, wali, Soekarno, guru atau setidaknya menjadi pemimpin anak yang dikenang baik,
  2. Menjadi inventor, penemu yang dikenang manfaat penemuannya tersebut.
  3. Memiliki harta yang cukup sehingga keturunan kita dapat hidup sejahtera.
  4. Meninggalkan keturunan yang sholeh (taat beribadah), tidak lemah karena kekurangan harta (dari hukum bagi waris), berakal, berpengetahuan dan memiliki kepemimpinan.(dari 25:74)

Mungkin banyak tujuan hidup lainnya setelah kematian di luar yang tersebut di atas. Silakan pembaca merenungkan dan menambahkannya.

Di sini poinnya adalah tujuan hidup nyata yang perlu ditanamkan dalam diri kita adalah dikenang sebagai pemimpin yang baik; dikenang sebagai penemu yang temuannya bermanfaat; dikenang karena manfaat harta kepada pewarisnya, dan dikenang karena keturunannya mampu dan sholeh.

Setelah kita dapat menentukan tujuan hidup kita yang sangat visioner itu, bagaimana penerapannya agar dapat mengarahkan keputusan dan tindakan kita dalam keseharian hidup kita ?. Dapatkah kita menyusun Garis Besar Haluan Tindakan (GBHT) kita agar itu dapat diterapkan ? Dapatkah ini ditarik analoginya ke arah pembentukan tujuan dari akhir sebuah kepemimpinan ?

Biar bagaimanapun, yang semestinya dilakukan oleh kita adalah selalu mengingat Tujuan Utama  Hidup Setelah Akhir Hayat (TUHSAH). Penyusunan GBHT adalah tindakan berikutnya yang diarahkah dari mengingat TUHSAH.

Semoga tulisan ini menginspirasi pembaca.

1 Komentar

  1. Diun said,

    07/07/2009 pada 10:47

    saya tunggu tulisan tulisan yang lain


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: