Diabetes (2)

Mengelola Diabetes

Degeneratif dan Kronis (2.1)

Penyakit ini tidak berhubungan dengan berita Bom di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton pada jumat, 17 Juli 2009 lalu. Diabetes adalah penyakit degeneratif dan kronis (menahun), penderita hampir tidak merasakan gejala apapun. Banyak isu beredar di masyarakat bahwa penyakit ini dikaitkan segala penyakit lain yang terpapar. Sedangkan yang sudah jelas ada keterkaitan secara medis suatu penyakit dengan gejala diabetes justru tidak dianggap berhubungan. Oleh karena inilah, penulis mencoba memaparkan sedikit pengetahuan medis agar kita waspada dan mengelola dibetes dengan baik secara ilmiah.

Kegunaan Alat Ukur Gula Darah (2.2)

Kini banyak dijumpai alat ukur kadar gula darah (GD), ada yang berbentuk stick untuk mengukur GD air seni, ada yang elektrokemis untuk mengukur langsung kadar GD darah. Alat Ukur ini, terutama yang elektronis, sangat berguna untuk pengelolaan penyakit diabetes. Penulis menggunakan dua-duanya. Mengapa sangat berguna ? karena sebagaimana dipaparkan pada tulisan Diabetes (1), pengukuran ini digunakan untuk tujuan meratakan kadar GD dan meneliti sendiri makanan dan obat apa saja yang berpengaruh untuk menaikkan atau menurunkan kadar GD. Entah mengapa, penulis menjadi terus termotivasi untuk tetap meratakan kadar GD dengan alat ini. Alhamdulillah, selama 5 tahun ini, penulis dapat menjaga kadar GD tanpa obat dokter antara 105 – 140 mg/dl sebelum makan pagi dan sore, serta antara 130 – 190 mg/dl, dua (2)  jam setelah makan. Tentu saja aktivitas gerak dan makanan yang dimakan dibatasi sesuai hasil pengamatan sendiri, makanan /minuman mana saja dan seberapa banyak jumlahnya yang layak dikonsumsi.

Mengelola Diabetes (2.3)

Pengelolaan Diabetes ini kuncinya adalah alat ukur GD. Adapun langkah-langkah mengelola penyakit ini adalah sebagai berikut :

  1. Melakukan pengukuran kadar GD secara rutin setiap sebelum dan dua jam setelah makan. Terutama di bulan-bulan pertama mulai mengelola. Melakukan pencatatan dengan tabel : tanggal, jam, makanan, minuman, pengobatan, aktivitas fisik yang dilakukan 6 s/d 0 jam sebelum pengukuran, hasil ukur (mg/dl) dan keterangan yang dapat diisi apa saja yang terkait menurut anda.
  2. Mendapatkan (dengan cara memilih) dokter / apoteker /medisi yang tepat dengan harga layak untuk berkonsultasi secara pribadi dan terus-menerus agar tetap sehat sepanjang usia.
  3. Membaca buku, web terkait dengan diet atau menu apa saja yang baik untuk seorang diabetesi. Sering penulis jumpai bahwa yang ditulis dibuku, di web, bahkan nasehat dokter dan ahli gizi hasilnya berlawanan ! atau tidak sesuai dengan fakta !. Hal ini dimungkinkan karena setiap orang atau penderita mempunyai kondisi unik (berbeda pada setiap orang), terutama kelainan bersifat spesifik terkait interaksi dengan penyakit lain, aktivitas hormon-hormon, gerak tubuh, makanan dll.
  4. Memahami obat-obat medis injeksi seperti insulin, golongan obat oral Sulfonilurea, Biguanida dan penghambat alfa-glukosidase (akarbose, miglitol) dari segi manfaat, waktu kerja obat, indikasi, kontra indikasi dan interaksi obat dengan kondisi (kesehatan, kolesterol, trigliserid dll.), makanan, obat-obatan dan penyakit lain. – sebagai catatan yang perlu diketahui, didapati banyak hasil penelitian signifikan yang penulis baca – bahwa penderita diabetes yang diobati dengan injeksi insulin maupun obat-obatan berumur lebih pendek dibanding dengan penderita yang disiplin menjaga kadar gula darahnya dengan diet dan gerak tubuh !!
  5. Memahami etiologi (sebab-musabab) diabetes pada diri anda sehingga diperoleh kesimpulan yang tepat dan ajeg, sehingga sekalipun tidak sembuh seperti sedia kala, pengelolaannya kita pahami betul.

Penutup (2.4)

Sebagai penutup pada tulisan ini, percaya atau tidak, penulis menemukan hal yang sulit penulis sendiri percayai yaitu bahwa ice cream dan kue amanda tidak menaikkan kadar gula darah penulis setelah 2 jam memakannya !!. Namun perlu diingat bahwa setiap orang adalah unik, untuk itu anda sebaiknya meyakinkan kebenarannya dengan mengamati hasil ukur sebelum dan 2 jam sesudahnya beberapa kali sebagaimana yang penulis lakukan, kemudian putuskan keyakinan anda. Semoga tulisan ini mengispirasi anda..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: