Awan Gempa

Seorang temanku, sesaat sebelum terjadinya Gempa menulis di Wall (dinding) Facebooknya : Ritta Ferdina : Diujung kemarau panjang yang gersang dan menyakitkan…. Kau datang menghantar berjuta kesejukan… Kasih.. kau beri udara untuk nafasku… kau beri warna bagi kelabu jiwaku…. dst….. SEPTEMBER CERIA.. milik Qt bersama…Kemudian komunikasi terputus. Ternyata, setelah dihubungi beberapa teman FBnya, Alhamdulillah Ritta dalam kondisi selamat dan sehat, hanya sampai saat ini menurut smsnya sedang mati lampu..

Temanku yang lain, Thomas Djamaluddin menuliskan : Alhamdulillah, saat saya gak bisa nelpon ke rumah di Cimahi dari Jenewa pasca gempa tadi, FB sangat menolong. Saya minta adik di Nagoya nelpon rumah. Alhamdulillah baik-baik saja. Pesan via FB ke hp anak juga dijawab gak apa-apa.

divider

Sementara itu berita sekitar Gempa, Rabu 2 September 2009 yang berhasil dikumpulkan melalui pencari Google :
divider

1. Pesta.blogspot.com & news.okezone. com: Gempa Tektonik 7,3 Skala Richter baru saja terjadi beberapa menit yang lalu dimana Gempa Tektonik cukup besar ini terasa sampai Jakarta, Banten dan Yogyakarta di posisi 8,24 Lintang selatan dengan kedalaman 30 KM dari laut, sekitar 142 kilometer barat daya Tasikmalaya. Sampai saat ini tercatat 6 (Enam) orang meninggal, keenam jenazah tersebut sudah berhasil divekuasi warga petang tadi. 12 rumah yang tertimpa longsordi Cianjur Selatan, Garut (tepatnya di Pameungpeuk) 3 Orang Tewas, 22 orang luka-luka dan di Tasikmalaya 9 Orang Tewas. Korban luka-luka sampai saat ini kurang lebih 27 Orang.
2. Liputan6.com, Sukabumi: Guncangan gempa tektonik di Sagaranten, sekitar 40 kilometer selatan Sukabumi, 176 rumah rusak, lima rumah dan satu masjid ambruk rata dengan tanah.
3. Detikinet.com : Menara Ravindo tempat Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) berkantor juga ikut digoyang gempa.
4. besteasyseo.blogspot.com: terjadi beberapa gempa susulan berkekuatan 3,5 SR hingga 5,1SR, setelah gempa pertama.

Untuk melengkapi berita di atas tadi, penulis menemukan tulisan mengenai Awan Gempa dari Wiki, yang menjelaskan fenomena tersebut sebagai berikut:

Awan Gempa

divider

Awan gempa adalah awan yang diduga sebagai tanda akan terjadinya gempa bumi. Awan aneh ini bentuknya memanjang seperti asap yang ke luar dari pesawat.

Seorang ilmuwan India, Varahamihira (505 – 587) dalam bab 32 dari karyanya Brihat Samhita membahas beberapa tanda-tanda peringantan akan adanya gempa bumi, misalnya: kelakuan binatang-binatang yang tidak seperti biasanya, pengaruh astrologi, pergerakan bawah air tanah dan formasi awan yang aneh, yang muncul seminggu sebelum terjadinya gempa bumi.

Sejak tahun 1990, seorang pensiunan ahli kimia di Kalifornia, Zhonghao Shou, telah membuat lusinan prakiraan gempa bumi berdasarkan pola-pola awan hasil pencitraan oleh satelit. Tekanan dan gesekan dari tanah dapat menguapkan air jauh sebelum gempa bumi terjadi, pendapat Shou, dan awan yang terbentuk akibat mekanisme ini memiliki bentuk yang amat berbeda dengan awan-awan pada umumnya. Shou mengungkapkan, dari 36 awan yang diteliti, 29 terbukti menjadi awal pertanda gempa. Prediksinya yang paling terkenal adalah ketika dia mengamati awan berbentuk garis memanjang dengan ekor mengarah ke Barat Laut.

Sebagai teori alternatif, didukung oleh para penganut model Listrik Semesta (Electric Universe), menyatakan bahwa beberapa gempa bumi kemungkinan memiliki karakteristik listrik, termasuk di dalamnya fenomena aural, radio dan gangguan VLF (Very Low Frequency).

Dewasa ini sebagai prakiraan gempa bumi, umumnya para ahli lebih mempercayai hasil dari alat-alat seismologi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: