RAMADHAN 1430 H

Ramadhan banyak dipercaya sebagai bulan penuh maghfiroh dan berkah, terutama bagi penganut agama Islam. Pada bulan ini diwajibkan puasa bagi yang memenuhi kriteria, seperti Islam, baligh atau dewasa, tidak mengeluarkan darah haid atau nifas. Pada bulan ini pula (permulaan) Al quran diturunkan, Nuzulul Quran, dan ada yang disebut malam kemuliaan, malam Lailatul Qadr, yaitu malam dengan kadar yang lebih baik daripada seribu bulan (84 tahun). Tambahan kepercayaan tentang bagaimana seseorang “mendapatkan” anugerah di malam yang mulia itu terjadi di bulan ini. Namun pada bulan inipun Allah tetap menjaga dan memperlihatkan kekuasaan dan keadilanNya dengan tetap memberikan kebebasan pada makhluk ciptaanNya, kecuali Syaitan dan Iblis yang pada bulan ini dibelenggu. Pada bulan ini, makhluk selain syaitan dan iblis tadi, melakukan misi sesuai ketetapan dan “Qodrat”-nya. Matahari tetap berfusi menyinarkan cahayanya, planet dan bulan tetap beredar pada orbitnya dan bumi tetap berputar, kebakaran hutan dan gempa terjadi. Seandainya bulan puasa tersebut jatuh di bulan januari – februari, mungkin terjadi juga bencana banjir dan atau bencana lain seolah tidak memperdulikan bahwa bulan tersebut adalah bulan Ramadhan.

Salahkah Bencana ?

Apakah bumi dengan gempanya itu salah ?. Bagi sebagian orang mungkin menjawab ya, dan sebagian lainnya tidak. Yang menjawab bahwa gempa yang terjadi dan membuat banyak orang menderita itu tidak salah, barangkali mempunyai alasan bahwa karakter bumi, sebagaimana karakter malaikat, jin, iblis, binatang, tubuh dan jiwa manusia, telah ditetapkan seperti itu. Dan untuk memenuhi kepatuhannya terhadap karakter yang diciptakan Allah, mereka sebagai makhluk menjalankan karakter dengan menampilkan prilakunya itu. Bumi tetap menggetarkan gempa ketika kondisinya memenuhi kriteria bahwa bumi itu akan gempa. Tubuh kitapun tetap akan sakit atau bahkan mati bila memasuki kondisi yang memenuhi kriteria sakit atau mati, tanpa mempedulikan apakah waktu itu di bulan ramadhan atau bukan.

Hidup ini ya Begini

Tuhan akan tetap dipatuhi semua makhluk, baik yang percaya maupun yang tidak.  Tuhan tetap akan menjadi tempat mengadu, tempat memohon pertolongan yang membuat jiwa kita tetap tegar, menerima dan tabah dalam menjalaninya. Alih-alih kita menyalahkan orang lain, lingkungan, gempa, musim, bumi yang salah, yang semakin membuat jiwa kecewa, marah, sedih dan sakit akan lebih baik bila kita menerima apa adanya, tabah, sabar dan tetap bertindak positif untuk meraih cita-cita hidup dengan penuh semangat. Kita hidup ini istilahnya bagaikan wayang, mung sadermo, cuma ini dan begini sebagaimana kehendak Tuhan. Hanya dengan mempunyai tujuan dan terus memompa semangat meraih masa depanlah, hidup kita akan lebih terisi, lebih gemilang dan lebih baik.

Ayat Al Quran Tentang Puasa di Bulan Ramadhan:

Kembali pada puasa, untuk mencegah timbulnya kepercayaan tambahan yang secara siri (diam-diam) menjerumuskan,  akan lebih baik kita lihat ayat-ayat al Quran yang menyampaikan kabar dan ketentuan puasa seperti di bawah ini.

2:183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
2:184. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
2:185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat inggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
2:187. Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan Puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri`tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

Ayat Al Quran Tentang Malam Lailatul Qadr:

97:1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan.
97:2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
97:3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
97:4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
97:5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Adapun puasa lain yang disunahkan atau dianjurkan dijalankan oleh kaum muslimin adalah :

PUASA

Sumber: Ensiklopedi Muslim

NO

JENIS PUASA

DASAR HUKUM

WAKTU

1.

Puasa Ramadhan

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS Albaqarah: 183)

Satu Bulan Ramadhan

2.

Hari Arafah

Rasulullah SAW bersabda,” Puasa Hari Arafah itu menghapus dosa-dosa dua tahun, setahun yang silam dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

9 Dzulhijah

3.

Asyura & Tasu’a

Rasulullah SAW bersabda,” Dan puasa hari Asyura itu menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR. Muslim)

9 & 10 Muharam

4.

Puasa Enam

Rasulullah SAW bersabda,” Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan dan meneruskannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.: (HR. Muslim)

6 Hari Di Bulan Syawal

5.

Paruh Pertama Bulan Sya’ban

Aisyah RA berkata, “………Aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa kecuali di bulan Sya’ban.” . (HR. Muslim)

Bulan Sya’ban

6.

Sepuluh Pertama Bulan Dzulhijah

Rasulullah SAW bersabda,” Tidak ada hari-hari dimana amal shaleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada sepuluh pertama bulan Dzulhijah.” (HR Muttafaq Alaih)

Sepuluh Pertama Bulan Dzulhijah

7.

Bulan Muharam

Rasulullah SAW bersabda,”  ketika ditanya tentang puasa apa  yang lebih baik setelah bulan Ramadhan, Beliau menjawab bulan Allah yang kalian namakan Muharam.” (HR Bukhari)

Muharam

8.

Hari-Hari Putih

Abu Dzar r.a. berkata,” Rasulullah SAW memerintahkan kita berpuasa pada hari-hari putih dalam setiap bulan yaitu tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriyah.” (HR An-Nasai)

13,14, Dan 15 Setiap Bulan Hijriyah

9.

Senen dan Kamis

Rasulullah SAW seringkali berpuasa pada hari Senin dan Kamis. (HR Ahmad)

Senen & Kamis

10.

Puasa Daud

Rasulullah SAW bersabda,” Puasa yang paling dicintai Allah ialah puasanya Daud. Ia berpuasa satu hari dan tidak berpuas satu hari.” (HR Muttafaq Alaih)

Berganti Hari  Sepanjang Tahun

11.

Bujangan

Rasulullah SAW bersabda,” … Dan barang siapa tidak mampu menikah, hendaklah ia berpuasa,….”   (HR Bukhari)

Semangat !!

Akhirnya mudah-mudahan tulisan ini memberikan semangat bagi pembacanya. Bila kita tidak mampu memberikan bantuan nyata secara fisik, bantulah mereka menemukan cerahnya jiwa di dalam Ramadhan. Ya Allah.. Tunjukanlah kami ke jalan yang lurus, tunjukkan yang benar itu benar dan yang salah nampak salah, jangan biarkan kami sesat di jalanMu yang terang, penuhilah jiwa kami dengan semangat meraih masa depan yang gemilang bagiku, perusahaanku, bangsaku, Indonesiaku.
Wassalam.

1 Komentar

  1. Nunung said,

    10/09/2009 pada 08:34

    Keluargaku….mannaaa???


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: