TAKWA

Pengaruh Berita Buruk
divider

Akhir-akhir ini banyak diberitakan mengenai musibah bencana yang silih berganti menimpa bangsa kita. Entah karena bencana tersebut hanya terjadi akhir-akhir ini saja atau karena kriteria kelayakan beritanya demikian sehingga informasi yang digali dan disuguhkan terfokus pada bencana, kekalutan dan kesedihan. Sebagian orang berteori bahwa bila anda terus menerus menonton berita yang muram dan sedih tanpa anda dapat berbuat sesuatu, maka ada kemungkinan anda ikut terlarut dalam kesedihan yang menjurus ke arah stres yang memicu depresi. Stres ini sulit diidentifikasi penyebabnya, karena bukan terkait pada permasalahan seputar diri anda, tapi hanya karena pengaruh kuat berita itu merasuk kedalam batin anda. Sebagian orang tadi kemudian berkhawatir bahwa berita semacam ini bila ditampilkan terlalu sering dapat mengakibatkan stress, kesedihan berlarut, pasrah dan meluasnya demotivasi kerja. Bagi anda yang dapat melakukan sesuatu, semisal mendatangi daerah bencana, menolong secara fisik, menyumbang dana apalagi melakukan kegiatan yang dapat menarik manfaat darinya tentu jauh dari stres, bergembira bahkan berharap lebih sering terjadi. Tak dapat dipungkiri, rumah sakit atau tim peduli misalnya, akan “bergembira” dengan banyaknya pengunjung, walaupun saya mengharap mereka lebih bergembira bila pengunjungnya itu tertolong dan puas.

Menangkal Pengaruh Berita
divider

Agar kita mampu menangkal kegundahan dan akibat buruk dari pemberitaan ini, beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan dengan mudah adalah : 1. Memindahkan saluran tv anda, 2. Menarik nafas dalam-dalam, 3. Berpikir tenang dan logis serta mencari sisi positif atau hikmah dari bencana atau berita buruk tadi, 4. Waspada bahwa berita TV dapat membawa anda lengah akan peristiwa yang dekat di sekitar anda, termasuk kesehatan anda, 5. Melakukan suatu kegiatan atau kesibukan sehingga kesesakan atau “nggregel” yang terasa di dada anda berkurang atau bahkan menghilang. 6. BerTakwa.

Takwa Sang Penangkal
divider

Tak hendak berpanjang kata mengenai berita yang mempunyai sisi buruk dan cara pencegahan pengaruhnya kepada diri anda, saya berkeinginan kita mengingat kembali satu kata takwa. Takwa yang saya maksud bukanlah sejenis baju koko atau baju Cina. Bukan juga Takwa yang bagi sebagian orang mengandung arti takut.  Takwa yang dimaksud adalah artian yang terkandung dalam wacana islam atau lebih tepatnya Al Quran. Dimana orang yang bertakwa adalah mereka yang beriman kepada Allah, pada yang ghaib (tidak terlihat secara kasat mata semisal medan listrik, medan magnet, medan gravitasi atau makhluk ciptaan Allah lainnya), kepada Nabi, pada kitab dst. Manusia dipandang dan dinilai oleh Allah dari sisi Takwanya itu tadi. Konsep dan makna takwa yang dapat mengalahkan segala kesulitan hidup, termasuk dalam menghadapi bencana maupun pengaruh berita bencana. Konsep Takwa diajarkan lebih dari 1400 tahun lalu, saya yakin masih berlaku hingga kini, karena konsep ini datangnya melalui Wahyu dari Allah pencipta alam dan segenap isinya.

1.  Konsep Takwa
divider

Takwa adalah perbuatan bertujuan untuk mendapatkan keberuntungan, keselamatan, kemuliaan, pahala  dan surga atau untuk menghindari kesengsaraan, kesedihan, azab dan neraka dengan cara mematuhi perintah Allah, menghindari larangan Allah dan melakukan suatu hal yang mencegah terjadinya peristiwa tidak menyenangkan di kemudian hari yang mungkin terjadi berdasarkan sunatullah (hukum Allah).

2.  Tujuan berbuat Takwa
divider

a.     Agar beruntung (Q2:5; Q3:130; Q5:35), mendapat pahala (Q2:103; Q3:172; Q3:179; Q12:57; Q47:36), menjadi mulia (Q2:212; Q49:13), aman (Q44:51) mendapat surga (Q3:15; Q3:133;Q15:45; Q16:31; Q19:63; Q39:73; Q52:17), rahmat (Q7:63; Q7:156; Q57:28), berkah dari langit & bumi (Q7:96) & istri yg disucikan (Q3:15), tidak khawatir dan tidak sedih (Q7:35).

b.    Mendapat petunjuk Allah (Q3:138; Q21:48), ampunan dari Allah (Q47:17).

c.    Sebagai bekal – mengantisipasi kelaparan / kesengsaraan (Q2:197),

d.    Sebagai pakaian /perhiasan – menutupi aurat / malu (Q7:26)

e.     Untuk kebaikan / keselamatan diri (Q2:223;Q41:18), mendapat perlindungan (Q45:19), nikmat dilindungi Allah dari perbuatan jahat (Q 5:11) mendapat rezeki dan akibat / kesudahan yang baik (Q11:49; Q20:132;28:83) tipu daya (musuh) tidak mendatangkan  kemudaratan (Q3:120)

f.     Menang walaupun dalam keadaan lemah – baik fisik atau jumlah orang waktu perang – serta mendapat pertolongan Allah (Q3:123; Q3:125; Q3:146;Q24:52)

3.  Takwa dengan mematuhi perintah Allah :
divider

a.     Beriman kepada Allah2:177, yang gaib2:3, malaikat2:177, nabi2:177, kitab2:4, 2:177, 6:155, hari kemudian2:177, kehidupan akhirat2:4, mendirikan shalat2:3, 2:177, 6:72, Berpuasa2:183, menunaikan Zakat2:177, menafkahkan sebagian rezeki2:3, menyempurnakan haji, berdzikir, berbekal (makanan & uang cukup) dalam berhaji2:196, menepati janji2:177, 3:76, sabar dalam kesempitan,  penderitaan & Peperangan2:177, (Q 2:2-5; Q2:177; Q2:183; Q2:196; Q3:76; Q6:72; Q6:155),

b.    Menyembah Allah (Q 2:21), mengagungkan syiar Allah (Q22:32), menghormati bulan haram (Q2:179;Q2:194), mengadakan perbaikan (Q7:35).

c.     Berwasiat untuk ibu-bapa dan karib kerabatnya secara makruf (Q2:180).

d.    Mengerjakan (amal baik) untuk kebaikan diri sendiri (Q2:223), berbuat kebajikan (Q2: 177;Q3:115), memakan makanan yang halal lagi baik (Q5:88), masuk rumah dari pintunya (Q2:189), tolong-menolong dalam kebajikan (Q5:2).

e.     Ibu menyusukan anaknya dan Ayah memberi makan & pakaian (Q2:233), membayar mahar untuk istri yang diceraikan walau belum dicampuri (Q2:237), membayar mut’ah (Q2:241), Qisas (Q2:179).

f.     Menjadi saksi yang adil (Q2:282), Mempercayai tanda (mukjizat) dari Tuhan kepada Muhammad (Q3:50). Mati dalam keadaan Islam (Q3:102).

4.  Takwa dengan menghindari larangan Allah :
divider

a.    Menukar ayat Allah dengan harga rendah (Q 2:41), rafats (berkata yang menimbulkan birahi), berbuat fasik dan berbantah-bantahan (Q2:197), menganiaya istri, mempermainkan hukum Allah (Q2:231),

b.    Sombong (Q2:206:Q28:83), mengatakan diri sendiri suci (53:32). Tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. (Q5:2). Berbuat kerusakan di bumi (Q28:83). Bermaksiat (Q38:49).

c.     Menuruti keinginan orang-orang kafir dan munafik (Q33:1).

d.    Saling menyulitkan (Q2:282). banyak prasangka, mencari-cari kesalahan orang lain dan bergunjing (Q49:12).

5.  Takwa dengan mencegah timbulnya peristiwa tidak menyenangkan :
divider

a.     Mempelajari hukum Allah (Sunatullah – hukum alam) dan mengingat sejarah sebagai contoh – hubungan antara perbuatan yang dilakukan dengan peristiwa tidak menyenangkan yang datang setelahnya (Q2:66;Q2:231;Q24:34),

b.    Mempersaksikan, menulis dan mengimlakan hutang-piutang dengan jujur pada jual-beli tidak tunai (Q2:282).

Dengan mengikuti contoh perbuatan takwa yang dituliskan di dalam Al Quran tersebut di atas, kita dapat menganalogikan dalam keseharian hidup kita, apa saja perbuatan kita yang termasuk dalam konsep takwa dan mana yang tidak atau malah bertentangan dengannya. Bila anda dapat berbuat sesuatu sehingga mencegah terjadinya bencana (atau peristiwa tidak menyenangkan lainnya) maka mudah-mudahan anda termasuk orang yang bertakwa, yaitu orang yang bermanfaat bagi orang lain dan mempunyai nilai di sisi Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: