SUARA HATI

Ketika seorang pemuda menyatakan CINTA kepada seorang pemudi yang dikenalnya “Aku mencintaimu dengan segenap getaran jiwa, seluruh raga, sel dan tetes darahku..” mungkin akan mendapatkan berbagai macam tanggapan dari pemudi tadi. Dapatkah anda memperkirakan apa jawaban dari pemudi  ? tergantung.. ya ! saya dapat menduga jawaban anda terhadap persoalan ini, dan kebanyakan dari anda pembaca dapat saya pastikan menyetujui bahwa jawaban pemudi tadi akan dipengaruhi oleh situasi dan kondisi  PENGETAHUAN, PENGALAMAN dan KEYAKINAN yang dianutnya.

Suara Hati Terhadap Pernyataan Ilmiah
divider

Suara hati terkait permasalahan ilmiah seperti dalam pernyataan (1) : “ Setiap materi bermassa (berbobot) dalam keadaan diam pada suatu ketinggian tertentu dari bumi bila dilepaskan dan tanpa ada sesuatu yang menahannya akan jatuh ke bumi” membenarkan pernyataan ini. SUARA HATI yang paling dalam dari siapapun yang memenuhi syarat untuk menilai pernyataan itu (dewasa, sehat akal, saat ini) akan membenarkannya. Oleh karena hal dalam pernyataan tersebut dapat kita lihat, kita rasakan dan kita alami, kita menjadi yakin dengan sendirinya. Baik diuji dengan pembuktian ulang, berbagai macam logika pikiran sehat (common sense), maupun keyakinan yang semuanya itu mendasarkan pada pengetahuan dan pengalaman kita bersama, maka pernyataan tersebut pastilah diakui kebenarannya oleh semua orang. Dalam ilmu pengetahuan pernyataan itu dapat juga disebut premis berupa axioma yang dapat dijadikan pegangan untuk menilai suatu kebenaran penyataan lainnya. Kebenaran pada pernyataan ini saya sebut Kebenaran universal.

Apabila ada suatu pernyataan (2) ilmiah lain menyatakan “suatu benda bermagnit diam berkutub selatan pada suatu ketinggian tertentu di atas benda magnit berkutub selatan pula di bumi, tidak mengalami peristiwa jatuh”. Bagi yang mempunyai pengetahuan tentang karakter atau sifat magnit, pernyataan ini akan dibenarkannya. Rahasia pengetahuannya adalah bahwa sifat dua buah magnit berkutub-sama akan saling tolak menolak. Dengan demikian pernyataan (1) dan pernyataan (2) masing-masingnya benar. Dan oleh karenanya dapat ditarik kesimpulan bahwa sifat kedua benda bermagnit selatan pada pernyataan (2) adalah –sesuatu yang menahan–  sebagaimana pada pernyataan (1).

Wujud dari penahan yang dimaksud pada pernyataan (1) di atas dapat berupa tangan, tiang besi, beton, atau yang tidak terlihat seperti udara, medan magnit, orbit bumi (materi) dan lainnya. Pernyataan (3) bahwa  “Benda bergerak seperti pesawat  dapat melayang di angkasa tanpa jatuh” tidak berlawanan dengan pernyataan (1). Gerakan pesawat itulah penyebab udara cukup dapat menahan kejatuhannya. Benda langit seperti planet, bulan, satelit maupun meteor, walaupun bermassa tidak tertarik jatuh ke bumi selama mereka bergerak pada orbit bumi. Demikian juga elektron pada orbit atom.

Betapapun anda bersemedi, sholat (istikharah) maupun berdoa untuk mendengarkan suara hati anda mengenai kebenaran tentang pernyataan (1) tadi, akan mendapat jawaban darinya bahwa pernyataan itu benar adanya. Syarat anda menemui jawaban tersebut adalah bila anda dewasa, berakal sehat, mempunyai kondisi  PENGETAHUAN, PENGALAMAN dan KEYAKINAN saat ini sama dengan saya. Oleh karena jawabannya sama, Suara Hati pada penilaian pernyataan (1) dapat dikatakan berlaku umum atau Universal. Demikian pula pernyataan (1) itu sendiri dapat dikatakan merupakan kebenaran umum atau Universal pula.

Suara Hati  Dengan Pengetahuan atau Pengalaman Berbeda
divider

Pengalaman pada suatu peristiwa biasanya dapat menjadi pengetahuan bagi yang mengalaminya. Contohnya seorang yang pergi jauh memakai pewasat terbang, otomatis menjadi pengetahuan bagi dirinya pada perihal merasakan  terbang dengan pesawat. Begitu juga seorang supir mobil, pengemudi becak, pengendara sepeda maupun pengantin baru mengetahui betul bagaimana rasanya mengendarai atau menjadi pengantin. Rasa dari pengalaman ini tidak dapat diutarakan secara tuntas sebagai pengetahuan, baik yang disampaikan dengan suara, kata-kata, maupun dengan tulisan. Rasa ini hanyalah ide, angan-angan, pengetahuan, yang bersifat teoritis bagi yang belum mengalaminya.

Sebaliknya, pengetahuan karena keluasan wilayahnya dapat sangat berguna untuk tujuan memperkirakan suatu arah atau peristiwa yang akan dialami, akan berasa buruk atau baik. Pengetahuan surga dan neraka dapat mengarahkan kita pada berbuat baik. Pengetahuan formal diperoleh dari sekolah, sebagiannya dapat dijadikan pedoman bermasyarakat, berbisnis atau pedoman perbuatan lainnya yang mengarah pada pengalaman rasa yang lebih baik, bermanfaat, adil, lebih beruntung dan lebih keenakan lain.

SUARA HATI yang paling dalam, beberapa orang dewasa yang sehat, terhadap suatu peristiwa, akan berbeda terutama bila sebagian mengalami dan sebagian lainnya tidak mengalami atau tidak mengetahui. Terutama pada hal rasa mengalami atau bahkan sekedar rasa mengetahui itu tadi.

Contoh mengenai SUARA HATI terhadap suatu pernyataan yang mengandung rahasia pengetahuan tentu akan membuat perbedaan yang dapat menjadikan suatu perdebatan, terutama bila pengetahuan yang seharusnya membuat persamaan (universal) itu ternyata tidak universal. Contoh pengetahuan tidak universal adalah suatu pernyataan atau pasal spesifik peraturan suatu entitas atau suatu negara yang hanya berlaku pada entitas atau negara tersebut.

Misalnya suatu entitas mengatur bahwa setiap karyawan dan manajer yang terlambat datang dan atau pulang sebelum waktunya akan dipotong upahnya dan manajer tidak mendapat upah lembur. Peraturan ini dibuat agar karyawan disiplin. Ada seorang manajer baru yang belum tahu peraturan itu, suatu ketika dia mengerjakan tugas sampai pk. 12 malam tanpa lembur. Besoknya dia terlambat datang, oleh karenanya dia dikenakan potongan upah. Tentu saja sang manajer tadi marah. Sekalipun dia akhirnya diberitahu mengenai peraturan entitas yang demikian itu, secara peraturan dia menerima. Akan tetapi SUARA HATI manajer tadi tentu saja menolak, paling tidak pada dua sebab, pertama dia tidak diberitahu sebelumnya mengenai aturan itu, dan ke dua dia merasa pengaturan demikian tidak adil terhadap kasusnya. Ketidakadilan pengaturan dirasakan ketika dia bekerja sampai tengah malam tidak mendapatkan upah tambahan sementara keterlambatan – akibat konsekuensi kerja sebelumnya – malah mendapatkan pengurangan. Secara rasional, manajer tersebut tidak lagi mengerjakan sesuatu sampai tengah malam karena khawatir terlambat yang mengakibatkan berkurang upahnya, sehingga loyalitas dan motivasi penyelesaian tugas secara cepatpun menjadi hilang.

Bila perlakuan terhadap manajer tersebut dipertanyakan kepada birokrat, SUARA HATI birokrat cenderung membenarkan perlakuan itu, tapi ketika dipertanyakan kepada orang di luar entitas, terutama yang tidak mengetahui peraturan tadi, maka SUARA HATI mereka cenderung memaafkan atau memutuskan untuk tidak memotong upah manajer karena kasus tersebut.

Dengan demikian SUARA HATI dan tindakan mereka yang mengetahui peraturan spesifik pada entitas akan berbeda dengan SUARA HATI mereka yang tidak terikat peraturan spesifik itu.

Suara Hati  Dengan Keyakinan Berbeda
divider

Apabila kita bahas lebih jauh mengenai SUARA HATI dengan keyakinan yang berbeda akan terasa sekali perbedaannya. Yang dimaksud keyakinan disini adalah agama atau dogma atau pepatah atau usulan atau nasehat atau suatu ajaran yang dipercaya kebenarannya oleh kalangan atau golongan tertentu. Misalnya :

  • A> Orang Kristen (A) menganggap, pergi ke gereja dan berdoa melakukan kebaktian di sana setiap hari minggu adalah suatu kebaikan.
  • B> Orang Islam (B) menganggap, pergi ke masjid dan sholat di sana setiap hari jumat adalah suatu kebaikan

Bila kita meminta A pergi ke masjid dan melakukan sholat di sana pada hari jumat sebagaimana B, yang menganggap perbuatan tersebut baik, maka kita yakin A tidak akan mau mengerjakannya walaupun ketika itu dia pada kondisi dewasa, sehat dan senggang. Begitupun bila kita meminta B pergi ke gereja, akan mendapatkan perihal yang sama. Jadi suatu kebaikan bagi seseorang dari golongan keyakinan tertentu tidak sama dengan kebaikan yang dimaksud golongan lain. Bila dari kedua golongan tadi sama-sama memandang itu perbuatan baik dan benar mengapa sebagiannya tidak mau melakukan ? Bagaimana SUARA HATI mereka ? Kembali saya nyatakan dengan yakin, betapapun anda bersemedi, sholat (istikharah) maupun berdoa untuk mendengarkan SUARA HATI anda mengenai dua kebaikan ini pasti hasilnya adalah memilih melakukan perbuatan yang anda yakini bukan ?.

Bahkan sebagian golongan A dan B itu tidak melakukan hal yang dianggap baik dan benar menurut label keyakinannya itu (Kristen atau Islam), karena tidak lain dari kemalasan dan keimanan atau keyakinan yang lemah atas imbalan terhadap perbuatannya itu.

Suatu pertanyaan umum lain yang biasa diajarkan kepada ahli hukum, agama, politisi maupun auditor, dapat diajukan untuk menyentuh kekuatan suatu sistem antara lain adalah :

  • A> Suatu lembaga berwenang memeriksa, menyidik, mengadili atau menghakimi pelanggar aturan.
  • B> Bagaimana bila yang melanggar aturan tersebut adalah lembaga itu ?
  • A> Orang Politik menganggap, keputusan suara terbanyak harus diikuti oleh suara sedikit
  • B> Orang Indonesia mayoritas Islam, mengapa aturan atau keputusannya tidak berdasarkan Islam ?

Banyak lagi pertanyaan lain yang kontradiktif, untunglah saya telah menuliskan penjelasan yang cukup bagi anda yang dewasa dan berakal sehat, sehingga tidak mengkhawatirkan apa jawaban dan tindakan anda terhadap persoalan ini. Namun demikian saya membatasi diri terkait pemikiran ini disini.

Kebenaran Sejati atau Universal adalah suatu ketentuan atau pernyataan ilmiah yang diperoleh dari metode ilmiah, yang biasa disebut sebagai bebas nilai, karena dapat diuji ulang, dibuktikan sehingga meyakinkan dan diakui semua SUARA HATI. Pada banyak implementasi praktis, di luar pernyataan ilmiah, kebenaran sejati atau universal dari suatu peristiwa, ide atau pernyataan diperoleh dari kesepakatan SUARA HATI yang bulat atau setidaknya mayoritas pemikir yang pemenang.

Pada akhir tulisan ini, kembali saya menyatakan bahwa ternyata dengan cara pembuktian diatas, SUARA HATI seseorang dipengaruhi oleh situasi dan kondisi  PENGETAHUAN, PENGALAMAN dan KEYAKINAN yang dianutnya.

Penutup
divider

Oleh karena tulisan ini tidak pada ranah filsafat, saya tidak membawa-bawa pendapat filosof (pencinta hikmah) seperti Thales (Asal Eksistensi dari Air), Anaximenes, Anaximender, Giorgias, Rene Descrates, Socrates, Empedecoles (l’amour et la discorde – Cinta dan Benci), Phytagoras, Plato, aristoteles, ibn Arabi (wahdatul wujud), ibn Rusyd, Al Ghazali,  Spinoza (la pensee – sifat fikiran dan l’tendue – sifat duniawi), Hegel, Neitzche (moral tuan & budak), Leibniz (harmoni alam menciptakan yg terbaik), Berkley (Sensible things), David Hume, Immanuel Kant dan lain-lain.

Saya juga tidak ingin menuliskan pemikiran ini dengan paradigma ilmiah yang bertalian dengan  POSITIVISTIK : Analitik, Nomotetik, Deduktif, Laboratorik, Pembuktian dengan logika, Kebenaran universal, Bebas nilai. FENOMENOLOGIK : Holistik, Ideografik, Induktif, Empirik, Pengukuhan pengalaman, Kebenaran bersifat unik, Tidak bebas nilai. HERMENETIK : Sinektik, Interpretatik, Sinkretik, Empatik, Penafsiran tak memihak, Kebenaran yang diterima, Tidak bebas nilai.

Pendapat filosof dengan pembahasan filosofis,  paradigma ilmiah dan metode ilmiah dapat anda baca pada banyak buku dan tulisan di berbagai media.

Tulisan ini tidak mengartikan SUARA HATI sebagai Suara Tuhan, tapi SUARA HATI, sanubari, insting, intuisi seorang dewasa yang berakal sehat.

Tulisan ini saya tujukan terutama untuk remaja putriku yang beranjak dewasa, Massanda HanaNisa yang berulang tahun pada hari ini, tanggal 22 Nopember. Semoga tulisan ini bermanfaat. Kepada Tuhanlah aku pasrahkan keyakinanku ini.

Dahroji, Cilegon, 22 Nopember 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: