Perkembangan dan Kebijakan Energi Indonesia

Baru baru ini saya membaca jurnal EIA – Energy Information & Administration –  Mei lalu merilis analisis mengenai perkembangan energi Indonesia dekade belakangan ini, kata mereka :

“Though no longer a net exporter of oil, Indonesia is a leading exporter of both coal and natural gas. As domestic energy needs grow, Indonesia is increasingly trying to focus on securing energy sources for its domestic market”.

Informasi Umum Energi

Indonesia secara “net” bukan lagi negara pengekspor minyak karena memfokuskan sumber daya energi minyaknya untuk kepentingan pasar domestik, namun demikian Indonesia tetap menjadi negara pengeksor sumber energi terbesar batubara dan gas alam di Dunia.

produksi-dan-konsumsi-minyak

Produksi dan Konsumsi Minyak Indonesia

Konsumsi energi primer berkembang sekitar 50% antara 1999 – 2010 dengan kontribusi minyak 44% pada tahun 2009. Konsumsi batubara meningkat 300%, menyalip konsumsi gas pada tahun 2008 dan menjadi peringkat ke dua dikonsumsi setelah minyak.

Pengusaha hulu di sektor minyak Indonesia masih didominasi beberapa perusahaan minyak Internasional, seperti Chevron, Total, Conoco Phillips, Exxon dan BP.

Chevron menguasai lebih dari 40% produksi crude oil, lalu Pertamina menguasai sekitar 15% produksi crude dan condensate.

Secara Organisasi, Mentri ESDM bertanggungjawab terhadap PSC (Production Sharing Contract), sementara BP Migas sebagai regulator sekaligus mengelola dan  mengimplementasikan kontrak-kontrak itu.

Perundangan tentang Minyak dan Gas mengalihkan banyak pekerjaan terkait pengaturan sektor hulu migas dari PT Pertamina ke BP Migas, walaupun PT Pertamina masih menjadi perusahaan negara, sejak tahun 2001 berdasarkan Undang-undang, ruang gerak pertamina terkait pengaturan ini dibatasi.

Para petinggi senior Pertamina kini diindikasikan merencanakan divestasi 2 anak perusahaannya sekitar 20% melalui IPO, walaupun itu belum dapat diumumkan ke publik kapan waktunya.

Usaha Peningkatan Kinerja Migas

Pemerintah dan BP Migas membuat kebijakan bertujuan meningkatkan investasi di sektor hulu, melalui insentif investasi dan peningkatan fleksibilitas proses bid PSC. Namun lingkungan investasi di sektor hulu ini tetap masih dipandang riskan.

Baru-baru ini, yang menarik perhatian adalah tentang Cost Recovery Caps (CRC) untuk skema PSC, dan “Cabotage rule” tentang regulasi pengapalan yang mengharuskan pengangkutan dilakukan dengan memakai bendera Indonesia.

Untuk itu pemerintah mengumumkan akan melakukan implementasi “cabotage rule” kecuali untuk pengangkutan migas, dan meniadakan batas reimbush Cost Recovery pada investasi migas ini – walaupun kejelasan dan transparansi sebagai kendali terhadap moral hazard – masih menjadi kendala dan dapat diperdebatkan.

Dengan usaha-usaha itu,  kementrian ESDM dan BP migas masih gagal memenuhi kinerja tahun 2010,  antara lain, pertama adalah target produksi crude dan condensate sebesar 965.000 bbl/d,  kedua adalah target kontribusi pendapatan kepada pemerintah 28% dan ke tiga adalah hanya 21 PSC yang diperjanjikan dibanding 34 PSC pada tahun 2008.

Menurut Pri A. pada Jakarta Post yang dikutip bataviase.co.id, masalah ini utamanya justru pada kurangnya data eksplorasi terkait survey fisik dan geologi.

Batubara

Produksi dan Konsumsi Batubara

Produksi dan Konsumsi Batubara

Menurut estimasi EIA, Indonesia memiliki 4,8 billion short ton batubara mayoritas berlokasi di Sumatra dan Kalimantan timur dan selatan. Pemerintah dan Industri memperkirakan bahkan lebih besar dari itu. Sekitar dua pertiga dari nilai penjualan diserap oleh pembangkit listrik. Diperkirakan kebutuhan sektor tenaga listrik akan meningkat dua kali pada tahun 2014.

Walaupun konsumsi meningkat signifikan pada periode dekade ahir, mayoritas produksi batubara ini diekspor. Untuk menjamin kecukupan kebutuhan domestik, Pemerintah mewajibkan pemasaran 24 % hasil produksi ke pasar domestik. Indonesia kini merupakan eksportir batubara ke dua terbesar dunia setelah Australia dan negara pengekspor batubara termal terbesar dunia untuk keperluan pembangkit listrik di Cina, Jepang, Taiwan dan pasar asia lainnya.

Ketenagalistrikan

Kebijakan Energi Pemerintah di sektor ketenagalistrikan adalah membangun tambahan kapasitas pembangkit listrik 20 Gigawatt dan transmisi-distribusi sejak tahun 2006 hingga 2014.

Untuk tahap pertama, direncanakan 10 Gw termasuk pembangkit tenaga batubara selesai tahun 2010, namun terjadi delay pembangunan karena berbagai sebab, oleh karenanya Pemerintah merevisi target penyelesaian proyek sampai dengan tahun 2013.

Target tahap kedua 10 Gw lainnya direncanakan selesai tahun 2014 yang mencakup sumber-sumber energi bersih seperti gas alam dan sumber energi terbarukan lainnya.

Tidak seperti banyak negara lain, Pemerintah Indonesia berencana meningkatkan pemakaian sumber batubara pada sektor pembangkit tenaga listrik dengan alasan begitu besarnya ketersediaan sumber batubara dalam negeri dan untuk mengurangi penggunaan minyak yang semakin mahal.

Sektor ketenagalistrikan Indonesia tercatat sebagai pengguna tenaga geotermal atau panas bumi ke tiga di dunia pada tahun 2008. Namun demikian kapasitas penggunaan sumber energi hanya sekitar satu gigawatt saja dibandingkan perkiraan kapasitas sumber tersedia yang mencapai 28 Gw.

Pemerintah berencana meningkatkan penggunaan energi terbarukan hingga 15% keseluruhan kapasitas pada tahun 2025 yang dipusatkan pada sumber energi panas bumi.

Pada fase kedua Pemerintah merencanakan percepatan pembangunan yang  meliputi tambahan kapasitas sumber panas bumi hingga 4 Gw. Proyek direncanakan selesai dan akan dioperasikan oleh IPP (Independent Power Producer) pada tahun 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: